FILSAFAT SAINS
KATA PENGANTAR
Puji
syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat Allah SWT., atas segala limpahan
Rahmat, Taufiq dan Inayah-Nya, sehingga makalah ini dapat selesai tepat waktu.
Salawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW., pembawa
kabar gembira dan peringatan, pembawa pelita penerang, penghulu para Nabi dan
keturunan Adam.
Makalah ini merupakan tugas kelompok
dalam rangka melengkapi tugas dalam mata kuliah Filsafat Sains tentang ATOMOS SAMPAI QUARK dan HUKUM SNELLIUS
Ucapan terima kasih tak lupa penulis
sampaikan kepada Dosen pengampu mata kuliah, Mutmainna, S.Pd. M.Pd, atas ilmu
dan bimbingannya.Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih bersifat sederhana
isi, susunan kalimat dan tata bahasanya.Oleh karena itu, penyusun mengharapkan
kritik dan saran yang membangun guna memperbaiki makalah ini.
Akhir kata, semoga makalah ini dapat
menambah wawasan dan memberi manfaat kepada semua pihak, khususnya bagi
mahasiswa dalam pengembangan ilmu dan pengetahuan.
Majene, 09
April 2018
Penyusun
i
|
DAFTAR ISI
KATAPENGANTAR..............................................................................................i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang 1
B.
Rumusan
Masalah 2
C. Tujuan 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Kajian
Filsafat Atom Sampai Quark 3
1.
Ontologi 3
2.
Epistimologi 7
3.
Aksiologi
9
B.
Kajian
Filsafat Mengenai Hukm Snellius 10
1.
Ontologi 10
2.
Epistimologi 10
3.
Aksiologi
13
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan 14
B. Saran 14
DAFTAR PUSTAKA 15
ii
|
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Filsafat merupakan sikap atau pandangan hidup dan
sebuah bidang terapan untuk membantu individu untuk mengevaluasi keberadaannya
dengan cara yang lebih memuaskan. Filsafat membawa kita kepada pemahaman dan
pemahaman membawa kita kepada tindakan yang telah layak, filsafat perlu
pemahaman bagi seseorang yang berkecimpung dalam dunia pendidikan karena ia
menentukan pikiran dan pengarahan tindakan seseorang untuk mencapai tujuan.
Filsafat membahas segala sesuatu yang ada bahkan
yang mungkin ada baik bersifat abstrak ataupun riil meliputi Tuhan, manusia dan
alam semesta.Sehingga untuk faham betul semua masalah filsafat sangatlah sulit
tanpa adanya pemetaan-pemetaan dan mungkin kita hanya bisa menguasai sebagian
dari luasnya ruang lingkup filsafat.
Sistematika filsafat secara garis besar ada tiga
pembahasan pokok atau bagian yaitu; epistemologi atau teori pengetahuan yang
membahas bagaimana kita memperoleh pengetahuan, ontologi atau teori hakikat
yang membahas tentang hakikat segala sesuatu yang melahirkan pengetahuan dan
aksiologi atau teori nilai yang membahas tentang guna pengetahuan.Sehingga,
mempelajari ketiga cabang tersebut sangatlah penting dalam memahami filsafat
yang begitu luas ruang lingkup dan pembahansannya.
1
|
Ontologi
menyelidiki sifat dasar dari apa yang nyata secara fundamental dan cara yang
berbeda dimana entitas (wujud) dari
kategori-kategori yang logis yang berlainan (objek-objek fisik, hal universal,
abstraksi) dapat dikatakan ada dalam rangka tradisional. ontologi dianggap
sebagai teori mengenai prinsip-prinsip umum dari hal ada, sedangkan dalam hal
pemakaianya akhir-akhir ini ontologi dipandang sebagai teori mengenai apa yang
ada.
Ontologi sering diindetikan dengan
metafisika yang juga disebut proto-filsafia atau filsafat yang pertama, atau
filsafat ketuhanan yang bahasanya adalah hakikat sesuatu, keesaan, persekutuan,
sebab akibat, realita, atau Tuhan dengan segala sifatnya.
Epistemologi adalah cabang filsafat yang
mempelajari benar atau tidaknya suatu pengetahuan. Sebagai sub sistem filsafat,
epistemologi mempunyai banyak sekali pemaknaan atau pengertian yang kadang
sulit untuk dipahami. Dalam memberikan pemaknaan terhadap epistemologi, para
ahli memiliki sudut pandang yang berbeda, sehingga memberikan pemaknaan yang
berbeda ketika mngungkapkannya.
Akan tetapi, untuk lebih mudah dalam
memahami pengertian epistemologi, maka perlu diketahui pengertian dasarnya
terlebih dahulu.Epistemologi berdasarkan akar katanya episteme (pengetahuan)
dan logos (ilmu yang sistematis, teori).
B. Rumusan
Masalah
1. Apa
kajian ontologi, epistimologi dan aksiologi dari pembahasan atom sampai quark ?
2. Apa
kajian ontologi, epistimologi dan aksiologi dari hukum Snellius ?.
C. Tujuan
Penulisan
1. Dapat
menjelaskan kajian tentang ontology, epistimologi dan aksiologi atom sampai
quark
2. Dapat
menjelaskan kajian tentang ontology, epistimologi dan aksiologi dari hukum
Snellius.
2
|
BAB
II
PEMBAHASAN
A. KAJIAN
FILSAFAT ATOM SAMPAI QUARK
1. ONTOLOGI
a. Atom
Atom adalah satuan unit terkecil dari sebuah
unsur yang memiliki sifat-sifat dasar tertentu.Setiap atom terdiri dari sebuah
inti kecil yang terdiri dari proton dan neutron dan sejumlah elektron pada
jarak yang jauh.Atom adalah satuan dasar materi yang
terkecil, yang terdiri atas inti atom serta awan elektron yang bermuatan
negatif yang mengelilingi inti tersebut. Teori-teori atom dalam perkembangannya
dapat diuraikan sebagai berikut:
1). Teori Atom John Dalton
Pada tahun 1808, John
Dalton adalah seorang guru di Inggris yang melakukan perenungan tentang atom. Teori
atom Dalton didasarkan pada dua hukum, yaitu hukum kekekalan massa (hukum
Lavoisier) dan hukum susunan tetap (hukum prouts). Lavosier menyatakan bahwa
“Massa total zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa total zat-zat
hasil reaksi”.Sedangkan Prouts menyatakan bahwa “Perbandingan massa unsur-unsur
dalam suatu senyawa selalu tetap”. Dari kedua hukum tersebut Dalton
mengemukakan pendapatnya tentang atom sebagai berikut:
a.
Atom merupakan
bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi
b.
3
|
Atom digambarkan sebagai bola pejal
yang sangat kecil, suatu unsur memiliki atom-atom yang identik dan berbeda
untuk unsur yang berbeda
c.
Atom-atom
bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana.
Misalnya air terdiri atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen
d.
Reaksi kimia
merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali dari
2). Teori Atom
Joseph John Thomson (“Roti Kismis”)
J. J. Thomson (1897),
fisikawan Inggris yang menyatakan bahwa atom berbentuk bulat dimana muatan
listrik positif yang tersebar merata dalam atom dinetralkan oleh
elektron-elektron yang bermuatan negatif yang berada di antara muatan positif.
Model atom Thomson
didasarkan pada asumsi bahwa massa elektron lebih kecil dari massa atom, dan elektron
merupakan partikel penyusun atom. Karena atom bermuatan netral, maka elektron
yang bermuatan negatif akan menetralkan suatu muatan positif dalam atom. Hal
ini mendukung keberadaan proton dalam atom.
3). Teori Atom Rutherford
Ernest Rutherford
(1911), seorang ahli Fisika Inggris. Penelitian penembakan sinar alpha pada
plat tipis emas membuat Rutherford dapat mengusulkan teori dan model atom untuk
memperbaiki teori dan model atom Thomson.
Rutherford mengatakan
bahwa “Atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif,
dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif”. Sebagian besar atom adalah
ruangan kosong dan hampir semua massa atom ada pada inti.
4
|
4). Teori Atom Niels Bohr
Niels Bohr (1913),
fisikawan dari Denmark ini yang selanjutnya menyempurnakan model atom yang
dikemukakan oleh Rutherford. Penjelasan Bohr didasarkan pada penelitiannya
tentang spektrum garis atom hidrogen.
Beberapa hal yang
dijelaskan oleh Bohr:
·
Elektron mengorbit
pada tingkat energi tertentu yang disebut kulit.
·
Tiap elektron
mempunyai energi tertentu yang cocok dengan tingkat
energi
kulit.
·
Dalam keadaan
stationer, elektron tidak melepas dan menyerap energi.
Elektron dapat
berpindah posisi dari tingkatenergi rendah dan sebaliknya dengan menyerap dan
melepas energi. Menurut model atom bohr, elektron-elektron mengelilingi inti
pada lintasan-lintasan tertentu yang disebut kulit elektron atau tingkat
energi. Tingkat energi paling rendah adalah kulit elektron yang terletak paling
dalam, semakin keluar semakin besar nomor kulitnya dan semakin tinggi tingkat
energinya.
b. Quark
5
|
Quark
adalah salah satu partikel elementer dan penyusun zat.semua zat yang memiliki
atom juga memiliki kuark. Hal ini dikarenakan proton dan neutron terdiri atas
kuark.Kuark pertama kali diprediksi keberadaannya oleh dua fisikawan termuka,
Murrray Gell-mann dan George Zweig pada tahun 1964. Bukti kuat atas keberadaan
partikel ini akhirnya didapati pada tahun 1968 di Stanford Linear Accelerator
Center, suatu laboratorium nasional yang dioperasikan oleh Stanford University.
Model
kuark pertama kali diajukan oleh fisikawan Murray Gell-Manndan George
Zweigpada tahun 1964.(Fisikawan lainnya Yuval Ne'eman juga mengembangkan skema serupa dengan jalur unsur delapan
pada tahun yang sama. Pada saat awal teori kuark ini, partikel liar (atau
Particel zoo) juga diikutkan, termasuk partikel lainnya.Gell-mann dan Zweig
mengemukakan bahwa mereka bukanlah partikel dasar, melainkan terdiri dari
pasangan kuark-antikuark.Model mereka teridiri dari tiga jenis/rasa naik (up),
turun (down), asing (strange), properti mereka seperti spin dan muatan listrik.
Reaksi awal dari komunitas fisika dari proposal ini beragam.Ada anggapan khusus
tentang apakah quark adalah entitas fisik atau abstrak yang digunakan untuk
menjelaskan konsep yang pada saat itu belum sepenuhnya dimengerti
Kurang
dari setahun, ekstensi untuk model Gell-Mann-Zweig diusulkan.Sheldon Lee Glashow dan James Bjorken memprediksi eksistensi kuark jenis keempat, yang mereka
namakan Charm. Penambahan itu juga diajukan karena hal tersebut
memungkinkan untuk penjelasan yang lebih baik dari interaksi lemah (mekanisme yang menyebabkan kuark
untuk meluruh), menjumlahkan jumlah nilai kuark dengan nilai dari lepton, dan terkandung massa formula yang
dengan tepat massa meson yang diketahui.[25]
Keberadaan
quark asing itu secara tidak langsung divalidasi oleh eksperimen hamburan SLAC:
tidak hanya hal itu merupakan komponen penting dari Gell-Mann dan model
tiga-quark Zweig, tetapi juga memberikan penjelasan untuk kaon
(K) dan pion
(π) hadron yang ditemukan di sinar kosmik pada tahun 1947.
6
|
Quark
up dan down mendapat nama mereka dari suatu komponen yang disebut isospin yang
mereka bawa. Quark strange memiliki nama itu karena memiliki masa kehidupan
yang anehnya panjang. Quark charm disebut seperti itu karena memberi simetri
indah terhadap quark model sebagai saudaranya strange. Quark top dan bottom
mempunyai nama mereka agar mirip dengan up dan down. Dulu, quark top terkadang
disebut truth dan bottom disebut beuty. Jadi, alat pembuat quark bottom sering
disebut beuty factories.
Quark akan berinteraksi dengan quark lain
membentuk partikel yang lebih kompleks. Suatu kuark dapat bergabung dengan dua
kuark lain membentuk baryon atau dengan pasangan lawannya (antiquark) membentuk
meson. Antiquark memiliki nilai yang sama dengan kuark dengan tanda (+/-) yang
berbeda. Baryon yang paling umum adalah proton dan neutron. Proton terdiri atas
2 quark up dan 1 quark down (2/3 e + 2/3 e - 1/3 e = e). Neutron terdiri atas 1
quark up dan 2 quark down (2/3 e - 1/3e - 1/3 e = 0). Selain itu, CERN telah
melapor pada 13 Juli 2015 bahwa berhasil menghasilkan pentaquark, yaitu
partikel yang terdiri atas 5 quark.
2. Epistimologi
Atom adalah
partikel kecil dengan ukuran jari-jari 10-10 meter (atau 1 Amstrong). Namun,
atom bukanlah partikel elementer. Teori atom pertama kali disimpulkan John
Dalton, dari Inggris (1766 – 1844) pada tahun 1803 dalam tiga hipotesis: (1)
semua materi dibentuk partikel yang tak bisa lagi diurai disebut atom, (2)
atom-atom pada unsur tertentu memiliki karakter dan massa yang unik, dan (3)
tiga tipe atom eksis: unsur, molekul sederhana, dan molekul komplek.
7
|
Hipotesis
kedua dan ketiga tidak ada masalah sejauh ini, kenyataannya inilah dasar
pemahaman kita pada ilmu kimia.Teori pertama, yang menyatakan atom sebagai
partikel elementer, hanya bertahan satu generasi.Joseph Thomson juga dari
Inggris (1856 – 1940) berhasil menguraikan partikel bebas dari atom dalam
eksperimen sinar katoda pada tahun 1897.Fenomena ini membuktikan, atom memiliki
struktur internal, bukan partikel-titik.Partikel bebas bermuatan negatif yang
ditemukan Thomson itu itu kelak disebut elektron, partikel elementer pertama
yang ditemukan manusia.
Penemuan
ini mengubah gambaran orang tentang atom.Atom bukan lagi partikel-titik yang
tidak punya struktur internal. Orang mulai mereka-reka seperti apa atom itu.
Mulanya Thomson mengajukan model, atom terdiri dari elektron dan partikel
positif lainnya dengan jumlah yang sama dan terdistribusi merata, sehingga
muatan totalnya adalah nol (netral). Thomson tidak menjelaskan posisi dan
pergerakan partikel-partikel itu, sehingga model Thomson ini dianologikan
seperti roti tawar dengan kismisnya.
Keberhasilan
menemukan tiga partikel penyusun atom ini ternyata tidak memuaskan orang untuk
sampai pada kesimpulan partikel elementer.Pada masa 1940-an, Perang Dunia ke-2
memicu riset untuk meneliti dunia subatomik maju demikian pesatnya. Eksperimen
menunjukkan hanya elektron yang berperilaku cocok dengan teori partikel-titik,
sementara proton dan netron tidak Misalnya saja, momen magnet proton jika
dihitung dengan teori partikel-titik akan menghasilkan 1.
8
|
Dirancanglah eksperimen untuk
mencoba mengetahui apakah proton memiliki struktur internal. Mereka memakai
cara yang sama dengan Rutherford saat menemukan nukleus: menembakkan proton
dengan energi tinggi ke nukleus.
Mereka
berpikir proton atau neutron akan keluar dari hasil tabrakan itu. Tapi yang
keluar partikel bernama pion.Mereka pikir inilah partikel penyusun proton atau
netron.Namun, saat mereka naikkan jumlah energi proton yang ditembakkan ke
nukleus, bermunculanlah partikel lain, seperti lamda, sigma, dan rho, sampai
mereka kehabisan untuk menamai partikel-partikel baru tersebut.Ada empat
ratusan lebih partikel yang teramati saat itu, disebut juga partikel-partikel
hadron.
Menurut Skwarnicki,
penemuan 2 Quark dan 2 Anti-Quark tidak sesuai dengan model tradisional yang
saat ini menjadi dasar perhitungan ilmuwan, kemungkinan temuan ini akan memberi
cara baru dalam pandangan interaksi fisika. Quark sangat sulit dimengerti,
sebuah titik materi seperti yang ditemukan dalam inti atom. Ketika 3 Quark
bergabung akan membentuk partikel senyawa yang dikenal sebagai Proton atau
Baryon.
Terkadang, Quark
berinteraksi sesuai dengan anti-partikel (Anti-Quark) yang memiliki masa sama
tetapi berlawanan. Ketika proses ini terjadi, materi membentuk Meson, senyawa
yang sering muncul dalam pembusukan partikel buatan manusia seperti yang
terjadi pada akselerator partikel, reaktor nuklir, dan sinar kosmik. Meson,
Baryon, dan partikel jenis lain akan mengambil bagian dalam interaksi kuat yang
disebut Hadron.
3.
Aksiologi
9
|
Ilmu selalu mengalami perkembangan
begitu pun dengan penemuan-penemuan dalam bidang ilmu fisika, contohnya seperti
teori atom dimulai dari teori Dalton sampai dengan teori atom Neils Bohr yang
memilki perkembangan.Awalnya menurut pemahaman para ilmuan atom adalah partikel
terkecil namun pada perkembangannya ilmuawan berhasil menemukan tiga partikel
penyusun atom, menemukan proton dan electron didalamnya.Dan penemuan ini mengubah
gambaran orang tentang atom.Atom bukan lagi partikel-titik yang tidak punya
struktur internal.Orang mulai mereka-reka model atom, muncul pula teori-teori
atom mulai dari teori atom Dalton sampai dengan teori atom Neils Bohr.Maka
dirancanglah eksperimen untuk mencoba mengetahui apakah proton memiliki
struktur internal atau tidak.
B. KAJIAN FILSAFAT MENGENAI
HUKUM SNELLIUS
1.
ONTOLOGI
Hukum Snellius adalah rumus matematika yang
meberikan hubungan antara sudut datang dan sudut bias pada cahaya atau
gelombang lainnya yang melalui batas antara dua medium isotropik berbeda,
seperti udara dan gelas. Nama hukum ini diambil dari matematikawan Belanda Willebrord Snellius, yang merupakan salah satu penemunya.Hukum ini juga dikenal
sebagai Hukum Descartes atau Hukum Pembiasan.
Hukum ini menyebutkan bahwa nisbah
sinus sudut datang dan sudut bias adalah konstan, yang tergantung pada medium. Perumusan lain yang ekivalen
adalah nisbah sudut datang dan sudut bias sama dengan nisbah kecepatan cahaya pada kedua medium, yang sama dengan kebalikan nisbah indeks bias.
2.
EPISTIMOLOGI
10
|
Hukum Snellius dapat digunakan untuk
menghitung sudut datang atau sudut bias, dan dalam eksperimen untuk menghitung indeks bias suatu bahan.Pada tahun 1637, René Descartes secara terpisah menggunakan argumen
heuristik kekekalan momentum dalam bentuk
sinus dalam tulisannya Discourse on Method untuk menjelaskan hukum ini.Cahaya dikatakan mempunyai kecepatan yang
lebih tinggi pada medium yang lebih padat karena cahaya adalah gelombang yang timbul akibat terusiknya plenum,
substansi kontinu yang membentuk alam semesta.Dalam bahasa Perancis, hukum Snellius disebut la
loi de Descartes atau loi de Snell-Descartes.
Berikut ini merupakan pembahasan
tentang hukum pembiasan cahaya atau bunyi hukum snellius, rumus indeks bias
cahaya, bunyi hukum pemantulan cahaya, indeks bias relatif, pembiasan sempurna
dan indeks bias refraktometer.
Sebagai gelombang elektromagnetik,
cahaya akan dipantulkan atau dibiaskan saat melewati bidang batas antara dua
medium. Saat cahaya dari udara melewati bidang batas antara air dan udara, maka
sebagian kecil dari cahaya akan dipantulkan dan sisanya akan diteruskan. Karena
terdapat perbedaan kerapatan optik antara udara dan air, maka arah berkas
cahaya yang datang dari udara tidak akan sama dengan arah berkas cahaya di
dalam air. Karena hal tersebut, maka cahaya akan dibelokkan. Peristiwa ini
disebut pembiasan.
Sedangkan, rapat optik adalah
sifat dari medium tembus cahaya (zat optik) dalam melewatkan cahaya.Kerapatan
optik yang berbeda pada dua medium, menyebabkan cepat rambat cahaya pada kedua
medium tersebut berbeda.
Perbandingan antara cepat rambat
cahaya pada medium 1 dan medium 2 disebut indeks bias. Jika medium 1
adalah ruang hampa, maka perbandingan antara cepat rambat cahaya di ruang hampa
dan di sebuah medium disebut indeks bias mutlak medium tersebut.
11
|
Dengan:
n = indeks bias mutlak medium
c = cepat rambat cahaya di ruang hampa = 3⋅108 m/s
v = cepat rambat cahaya pada medium
n = indeks bias mutlak medium
c = cepat rambat cahaya di ruang hampa = 3⋅108 m/s
v = cepat rambat cahaya pada medium
Bunyi Hukum Pembiasan Cahaya (Hukum
Snellius)
Selain pemantulan, Willeboard
Snellius juga melakukan eksperimen-eksperimen tentang pembiasan cahaya dan
ia menemukan hubungan antara sinar datang dan sinar bias yang kemudian dikenal
dengan Hukum Snellius, yaitu:
1) Sinar datang, garis normal, dan sinar bias terletak pada satu bidang datar.
2) Jika sinar datang dari medium lebih rapat menuju medium yang kurang rapat, maka sinar akan dibiaskan menjauhi garis normal.
1) Sinar datang, garis normal, dan sinar bias terletak pada satu bidang datar.
2) Jika sinar datang dari medium lebih rapat menuju medium yang kurang rapat, maka sinar akan dibiaskan menjauhi garis normal.
3) Jika sinar datang dari medium
kurang rapat menuju medium
yang lebih rapat, maka sinar akan
dibiaskan mendekati garis normal.
Hukum Pemantulan Sempurna
Jika sinar datang dari medium lebih
rapat menuju medium kurang rapat, maka sinar akan dibiaskan menjauhi garis
normal. Jika sudut sinar datang kita perbesar, maka sudut bias akan makin besar
pula.
12
|
Suatu saat, sudut bias akan sama
dengan 90º. Hal ini berarti sinar dibiaskan sejajar dengan bidang antarmedium.
Jika sudut sinar datang kita perbesar lagi, maka sinar datang tidak lagi di
biaskan, akan tetapi dipantulkan.
Peristiwa ini yang kita sebut dengan pemantulan total atau pemantulan sempurna.
Peristiwa ini yang kita sebut dengan pemantulan total atau pemantulan sempurna.
Sinar datang dengan sudut i akan dibiaskan dengan sudut bias
r. Jika sudut sinar datang diperbesar sampai i = θ, maka sinar akan dibiaskan
sejajar dengan permukaan air (karena sudut datang θ menghasilkan sudut bias
90º, maka θ disebut sudut batas).
Jika sudut sinar datang lebih besar daripada sudut batas,
maka sinar akan dipantulkan seluruhnya oleh permukaan air kembali ke dalam air.
Contoh terjadinya pemantulan total adalah kemilau berlian, fatamorgana, dan
serat optik.
3.
AKSIOLOGI
Hukum
Snellius adalah hukum yang merupakan hukum yang diambil dari Willebrord
Snellius, yang merupakaan salah satu penenmunya. Hukum ini juga dikenal dengan
hkum pembiasaan, hukum snellius dapat digunakan untuk menghitung sudut datang
atau sudut bias suatu bahan percobaan pembiasan cahaya.
13
|
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Atom adalah satuan
unit terkecil dari sebuah unsur yang memiliki sifat-sifat dasar tertentu.Setiap
atom terdiri dari sebuah inti kecil yang terdiri dari proton dan neutron dan
sejumlah elektron pada jarak yang jauh.Atom adalah satuan
dasar materi yang terkecil, yang terdiri atas inti atom serta awan elektron
yang bermuatan negatif yang mengelilingi inti tersebut.
Quark adalah salah satu partikel elementer dan
penyusun zat.semua zat yang memiliki atom juga memiliki kuark. Hal ini
dikarenakan proton dan neutron terdiri atas kuark.
Hukum Snellius adalah rumus matematika yang
meberikan hubungan antara sudut datang dan sudut bias pada cahaya atau
gelombang lainnya yang melalui batas antara dua medium isotropik berbeda,
seperti udara dan gelas. Nama hukum ini diambil dari matematikawan Belanda Willebrord Snellius, yang merupakan salah satu penemunya.Hukum ini juga dikenal
sebagai Hukum Descartes atau Hukum Pembiasan.
B.
Saran
Demikianlah makalah yang saya buat, dengan
mempelajari filsafat sains yang mengkaji secara ontologi, epistimologi dan
aksiologi diharapkan dapat bermanfaat bagi pembaca. Apabila ada terdapat
kesalahan mohon dapat memaafkan dan memakluminya, karena kita adalah hamba
Allah yang tak luput dari salah dan lupa.
14
|
DAFTAR PUSTAKA
Yulianto, Irfan. 2016
Pengertian Ontologi Epistimologi dan Aksiologi dalam Filsafat Ilmu https://irfanyulianto.com/pengertian-ontologi-epistimologi-dan-aksiologi-dalam-filsafat-ilmu/
diakses pada 10 April 2018
diakses pada 10 April 2018
Anonim. 2016.
Pembiasaaan Cahaya http://www.bukupedia.net/2016/01/bunyi-hukum-snellius-hukum-pembiasan-cahaya-dan-rumus-indeks-bias-cahaya.html diakses pada 10 April 2018
Vicky. 2010. bunyi
hukum snellius dan pembagiannya. http://vickry-keriting.blogspot.co.id/2010/12/normal-0-false-false-false.html diakses pada 10 April 2018
14
|
15
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar