Kamis, 10 Oktober 2019

SEJARAH FISIKA

NAMA : Sri hardina
NIM : H0417333
JURUSAN : PENDIDIKAN FISIKA B
TUGAS 1 INDIVIDU SEJARAH FISIKA

Susun menurut waktu kejadian (urutan waktu mulai dari yang paling lama hingga yang terbaru) setiap tokoh Mesir dan Yunani Kuno, pendapat penemuan atau peristiwa yang berpengaruh dalam perkembangan fisika, lengkapi dengan gambar dan sumber pustaka yang kalian gunakan (jika online masukkan alamat lengkap sumber tersebut).

Appolonius (262 – 190 SM)











Appolonius adalah ahli matematikawan Yunani yang menghabiskan waktunya di Mesir, untuk mengembangkan geometri gerak retrograde planet-planet yang menjadi inpirasi teori geosentri Ptolomy.

Eratosthenes (276 – 194 SM)












Eratosthenes adalah teman dari Archimedes. Pemikiran terpenting dari Eratosthenes adalah mengenai keliling lingkaran bumi. Eratosthenes melakukan pengukuran keliling bumi dari dua kota : Alexandria dan Syene, yang berjarak 787 bkm. Pada musim panas di Alexanderia sinar matahari jatuh tegak li/urus pada tengah hari, sedangkan di Syene, sinar matahari 7,2ยบ. Dari data ini Eratosthenes menghitung ini didasarkan pada asumsi bahwa bumi berbentuk bulat, tidak datar. Eratoshenes juga berhasil mengukur jarak bumi-matahari dan jarak bumi bulan.

Archimedes (287 – 212 SM)















Archimedes lahir di Syracuse, ia adalah putra dari ahli astronomi Phidias dan ketika dewasa menajadi sahabat baik Raja Hieron. Archimerdes adalah orang yang dikenal menemukan hokum apung atau lazim dikenal dengan prinsip Archimedes, yang menyatakan Gaya apung (gaya ke atas) yang dialamai oleh sebuah dipindahkan. Selain dikenal sebagai penemu hokum terapungnya di juga menemukan skrup air.

Aristarchus (310 – 230 SM)










Aristarchus lahir di Samos, dia adalah orang pertama yang berbeda pandangan mengenai pusat jagat raya. Menurut Aristarchus, pusat jagat raya bukan bumi, tetapi mataharilah sebagai titik pusatnya (heliosenstris). Bumi hanyalah salah satu dari beberapa planet yang mengitari matahari dalam orbit yang berbentuk lingkaran. Namun hipotesis Aristarchus di tolak oleh Aristotle dan Ptolomy yang tetap berpegang pada geosentris.



Euclid (325 – 265 SM)













Euclid merupakan orang yang paling berpengaruh dalam membangun teori geometri. Euclid begitu luas dan khususnya mengenai geometri bidang datar atau bidang tiga dimesi, yang telah diterima di dunia fisika ratusan tahun lamanya sebagai kerangka geometri yang diyakini benar untuk memformulasikan hukum alam. Namun pembuktian geometri Euclid ternyata kurang akurat.

Aristotle (384   - 322 SM)















Aristotle merupakan murid Plato, dia juga menyatakan bahwa bumi adalah pusat alam semesta. Aristotle mendirikan sekolah yang diberi nama Lyceum yang mengajarkan berbagai bidang ilmu khususnya biologi dan ilmu pengetahuan alam. Dia adalah orang yang pertama kali melakukan terhadap binatang dan tumbuhan. Aristotle mengatakan bahwa alam semesta terdiri dari 55 buah pola sepusat, dan setiap bola menjadi temapt kedudukan satu benda langit. Bola-bola ini masing-masing berputar dengan kecepatan yang berbeda sehingga kadang-kadang ada yang diamati pada Mars. Yang ini disebabkan karena kedudukan orbit Mars yang terletak diluar orbit bumi. Bola terluar dari ke 55 buah bola ini merupakan kedudukan bintang yang tetap diam. Dalam konsep gerak Aristotle membagi kedalam tiga kelompok gerak, yaitu gerak kuantatif, gerak kualitatif dan gerak spasial. Gerak spasial dibagi dalam dua kelompok yaitu gerak spasial alam semesta bagian atas dan gerak spasial alam semesta bagian bawah. Pada alam semesta bagian bawah, yakni dalam alam yang disebut lingkaran sulunr, gerak alamiah adalah gerak yang mengarah langsung ke pusat bumi. Bumi menurut Aristotle adalah pusat jagat raya atau alam semesta (geometris). Sedangkan gerak alamiah di langit (alam semesta bagian atas) adalah gerak melingkar, sempurna continue dan tidak terbatas. Aristotle berpendapat bahwa benda dpat bergerak hanya jika benda tersebut berhubungan langsung dengan penggeraknya. Jika penggerak tidak berhubungan dengan bendfa yang digerakkan, maka benda akan berhenti.

Plato (427 – 347 SM)














Plato adalah salah satu tokoh yang berperan pula dalam perkembangan kosmologi Yunani kuno. Plato berpendapat bahwa lingkaran dan bola adalah bentuk geometri paling sempuran. Oleh sebab itu ia berpndirian bahwa semua benda langit bergerak dalam lintasan berbentuk lingkaran karena mereka semua diciptakan oleh makhluk yang paling sempurna. Tuhan, menurutnya semua benda langit bergerak mengitari bumi yang bulat dalam lintasan berbentuk lingkaran.











Eudoxus (408 – 355 SM)














Eudoxos adalah salah satu murid Plato. Dia mengembangkan teorinya berdasarkan pengamatan benda-benda langit. Mungkin dia adalah orang pertama yang mengembangkan teorinya tentang alam semesta berdasarkan pengamatan. Menurut Eudoxos, setiap planet terletak pada bola-bola kosentris, dan pergerakan planet disebabkan rotasi bola-bola ini. Karena laju rotasi dan kedudukan sumbu rotasi bola-bola ini berbeda-beda, efeknya adalah terjadinya gerak retrograde (gerak maju mundur) Mars.

Democritus  (460 - 370 SM)










Pemikiran Yunani lain yang begitu berpengaruh dalam sejarah perkembangan fisika adalah teori atom Yunani. Teori atom Yunani dikemukakan oleh Democritus dan sekolah filsafatny, khususnya guru Democritus yang bernama Lucretus. Democritus mengajukan hipotesa yang sangat menarik bahwa seluruh materi terdiri atas partikel-partikel terkecil yang tidak bisa dibagi-bagi. Dengan kata lain, apabila bijih besi dipecah-pecah lagi maka akan sampai pada satu titik  dimana bijih besi itu tidak dapat dipecah lagi. Titik terakhir yang disebut atom.




Pythagoras (580 – 500 SM)













Pythagoras adalah seorang filsuf dan matetamtikawan. Pemikiran terpentingnya dalam mazhub Pythagorean yaitu bilangan adalah segalanya. Pythagoras percaya bahwa angka enam adalah bilangan yang sempurna (bilangan yang apabila faktor-faktornya mengandung nilai mistis sehingga dipercaya sebagai symbol keseimbangan. Pengaruh pemikiran mistis Pythagoras dapat dijumpai dalam karya Saint Augustine dalam bukunya The City Of God demikian (354:430) : Six is a number perfect in itself, and not because god created all things in six days; rather,the converse is true. God created all things in six days because is number is perfect. Selain dikenal sebagai ahli filsafat Pythagoras juga dikenal sebagai penemu hukum geometri yaitu panjang sisi miring (hipotenusa) pada segitiga siku-siku pada theorem Pythagoras ditentukan oleh perhitungan akar dari penjumlahan kuadrat dari kedua sisi yang lain.
Pythagoras adalah orang pertama yang mengembangkan gagasan bahwa alam semesta mengikuti hukum-hukum yang kuantitatif. Dia menyatakan bahwa masing-masing benda langit, yakni bulan, matahari, bumi dan planet-planet terletak pada bola-bola kosentris (sepusat) yang berpusat mengitari pusat alam semesta (api pusat). Menurut Pythagoras, keberaturan alam semesta mirip dengan keteraturan tangga nada pada awal lira. Keterturan dalam hal ini keteraturan numeric seperti pada perbandingan panjang dawai lira yang merupakan prinsip utama dalam konsep alam semesta Pythagoras.












Thales (629 – 555 SM)














Thales dari Miletus adalah seorang filsuf Yunani dan astronom pertama. Dia adalah tokoh yang pertama yang mengembangkan konsep-konsep kosmologi (paham tentang struktur alam semesta). Thales berhasil mengembangkan metode survei dan trigonometri dari Bangsa Babilonia dan Mesir yang kemudian diterapkan untuk benda-benda langit. Dia Mengusulkan bahwa segala sesuatu yang ada di alam semesta tersusun dari air dalam berbagai tingkat wujudnya. (cair, padat, dan gas). dan dia juga mengusulkan bahwa alam semesta adalah sebuah bola air raksasa tempat bumi berada di dalam gelembung. Bumi mengambang di atas permukaan air, dan di atas bumi terdapat kumpulan air yang menjadi sumber datangnya hujan yang menimpa bumi. Benda-benda langit melayang di dalam air alam semesta dan bergerak sebagaimana dalam pengamatan.

Claudius Ptolomeus atau Ptolomy ()













Ptolomy hidup di Alexandria, Mesir. Teorinya sama dengan Aristotle yang meletakkan bumi di alam semesta. Dia member penjelasan yang lengkap tentang konsep geosentrisnya dalam buku utamanya, Almagest. Ptolomy menjelaskan bahwa semua benda langit bergerak melingkari sebuah titik, dan lintasan benda ini disebut episikel. Episikel dalam lingkaran lebih besar yang disebut deferent. Bumi bukan merupakan pusat deferent, melainkan terletak tidak terlalu jauh dari pusat deferent, yakni pada titik yang disebut equant.
Hipotesis Plotomy bertahan cukup lama dianggap sebagai model standar alam semesta hamir 15 abad. Hal ini tidak terlalu mengherankan karena melalui pengamatan sekilas yang dilakukan manusia. Selain itu juga untuk memuaskan ego manusia karena bumi diletakkan pada pusat alam semesta. Ini mengisyaratkan bahwa adalah pusat alam semesta.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar